Kamis, 06 Mei 2010

Sikap Positif yang Membawa Kesuksesan. Helmut Werner - Mercedes Benz


Sikap mental positif, mungkin inilah yang membuat Helmut Werner mencapai puncak karirnya. Sebagai pendiri Mercedes-Benz pria yang memulai karirnya di Uniroyal ini terbilang tidak begitu pintar atau pandai dalam konsep maupun strategi. Namun semangatnya yang membawanya menanjak dari direktur pelaksana hingga akhirnya menjadi dewan pengawas di Daimler Benz AG, sekaligus menjadi calon kuat suksesor dari Werner Niefer, direktur utama perusahaan mobil bergengsi tersebut.

Selain Werner, ada satu orang lagi yang berpeluang menduduki posisi tersebut, yaitu Juergen Scrempp. Karenanya, Werner menjadi sosok yang menjadi sorotan, selain penampilannya yang necis dan menarik, ia juga orang yang bersahabat. Namun dia mengaku, apa yang diraihnya salah satunya karena faktor kemujuran.

“Saya ini memang agar mujur,” kata ayah dari dua putra yang menjelang dewasa. Kata-kata lain yang sering ia ucapkan, “Hidup ini memang indah dan mempesonakan”.

Werner lahir di Koeln, dan dibesarkan di Sauerlan. Dia mengenyam pendidikan menengah atas di Frankfurt dan Boon, kemudian Werner belajar ekonomi di Koeln. Werner yang memimpin 90 ribu karyawan ini bukanlah tipe pemimpin yang bosy. Dia sering memberikan dorongan pada bawahannya dan sangat lihai dalam mempengaruhi orang-orangnya. Untuk itulah, perusahaan mobil bergengsi tersebut meliriknya dalam mempengaruhi massa.

Werner adalah anak pertama dari lima bersaudara, untuk itulah tertempa dalam dirinya sikap bertanggung jawab dan disiplin. Namun dalam studi, Werner bukan terbilang orang yang cermerlang. Dia lebih suka membuktikan kepiawaiannya di dunia olahraga, seperti sepak bola, renang ataupun balap sepeda.

Dari latar belakangnya, jelas bahwa Werner adalah pria yang suka persaingan dan sportif. Dia juga handal dalam kepemimpinan, dan pandai mengembangkan staf-stafnya sehingga membantunya untuk mencapai yang terbaik serta menghasilkan prestasi gemilang bagi perusahaan. Mottonya bukan hanya menang, namun harus menang. Sebuah sikap pantang mundur dan tidak begitu saja menyerah dengan tantangan.

Awalnya, Helmut Werner bermimpi ingin menjadi peneliti ekonomi. Namun awal memasuki perusahaan Uniroyal, dia kepincut dengan marketing.

Ia mengatakan, “Mereka harus dapat melakukan sesuatu yang positif untuk saya, yaitu membeli ban dari saya.”

Guys....Kemampuan dan ketenaran Werner telah menjadikannya primadona bagi perusahaan-perusahaan mobil raksasa. Dia pernah menerima berbagai tawaran posisi menarik, namun akhirnya pilihannya dijatuhkan pada Mercedes-Benz, karena bagi Werner, Mercedes adalah pusat permobilan dunia. Pria ini hidup hingga 67 tahun dan menutup mata pada tahun 2004.

Seorang Helmut Werner menemukan sebuah keberhasilan ketika dia bersikap positif terhadap apapun, dan saya percaya bahwa kitapun dapat melakukan hal yang sama. Terlebih kita punya Allah yang luar biasa maka kitapun adalah anak-anakNya yang luar biasa......

When there is a will + Jesus, so there is a way.......God Bless Ya'll

Pohon Yang Tumbang Oleh Makian

Di kepulauan Salomon yang berada di daerah Pasifik, ada cara unik yang dilakukan oleh penduduk setempat jika tidak bisa memotong sebuah pohon dengan kapak. Jika pohon terlalu besar untuk dipotong dengan kapak, para penduduk setempat akan memaki-maki pohon tersebut.

Seseorang yang memeliki kekuatan khusus akan memaki pohon itu dari pagi hingga senja, selama tiga puluh hari. Maka akhirnya pohon itu akan mati dan roboh dengan sendirinya. Menurut para penduduk, hal ini selalu berhasil. Secara teori mereka membunuh roh pohon tersebut.

Dari cerita di atas kita melihat bagaimana efek perkataan pada sebuah pohon? Jika pohon saja bisa mati karena dikutuki, demikian juga manusia. Banyak orang berteriak dan memaki pasangan hidupnya atau anaknya. Tidak sedikit orang yang kehilangan kesabaran ketika dijalan dan memaki pengendara lain.

Tapi semua itu adalah pilihan, seperti firman Tuhan katakan bahwa dari mulut kita bisa keluar berkat dan kutuk. Untuk itu pilihlah mengatakan berkat, karena perkataan Anda berkuasa. Jangan sampai kita membunuh roh orang-orang yang kita kasihi, atau malah orang yang tidak kita kenal dengan perkataan-perkataan yang buruk.

Guys....Mari kita ucapkan kata-kata yang membangun, yang menghidupkan dan memberkati orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kitapun akan menuai berkat.


Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Efesus 4:29

Damai Dalam Lukisan

Pada suatu hari, Raja menawarkan hadiah kepada pelukis yang bisa melukis lukisan terbaik tentang kedamaian. Banyak pelukis yang mencoba. Sang Raja melihat semua lukisan tersebut. Setelah melakukan banyak pertimbangan, akhirnya Raja memilih dua lukisan yang terakhir. Sekarang dia harus memilih salah satu dari mereka.

Satu lukisan merupakan lukisan mengenai danau yang tenang. Danau tersebut merupakan cermin yang tepat untuk menggambarkan gunung yang penuh ketenangan yang menjulang di atas danau tersebut. Di langit, awan putih bergerak di langit yang biru. Setiap orang melihat lukisan ini berkata bahwa lukisan ini adalah lukisan terbaik yang menggambarkan tentang kedamaian.

Lukisan yang kedua menggambarkan gunung juga. Gunung-gunung ini rusak dan gundul. Di atas menggambarkan langit gelap yang marah dimana hujan turun. Petir menyambar. Di samping gunung, jatuh aliran air terjun. Gambaran ini tidak menggambarkan tentang kedamaian sama sekali.

Raja memilih lukisan kedua sebagai lukisan yang terbaik. Rakyatnya begitu heran, dan raja akhirnya menjelaskan,"Karena," dia menjelaskan, "kedamaian tidak hanya berada di tempat yang tidak mempunyai kebisingan, kesusahan, atau kerja keras. Kedamaian ada di tengah keadaan bagaimana pun, dimanapun ada kedamaian dalam hatimu. Itu adalah arti sesungguhnya dari kedamaian."

Ternyata pada lukisan tersebut, ketika dilihat dari dekat, kelihatan bahwa di balik air terjun ada belukar kecil yang tumbuh di atas batu. Di dalam semak itu, seekor ibu burung membangun sarangnya. Di sana, di tengah derasnya air yang turun, duduklah sang ibu burung di atas sarangnya. Dia merupakan gambaran kedamaian yang sempurna.

Hari ini saya telah melakukan sebuah kesalahan yang mungkin baru pertama kali saya alami, tanpa sengaja saya telah menabrakan mobil pimpinan saya kesebuah pohon di depan kantor. Tegang juga sih setelah melihat "buah" dari ketidaksengajaan saya tadi, rasanya hampir tidak percaya, seperti halilintar di siang bolong (hiperbola mode: On) keringat dingin mulai membasahi wajah tampan ku (hehehehe >_<') sekaligus bingung apa yang harus saya lakukan dan seketika itu juga rasa damai langsung berubah menjadi ketakutan..huhuhuhu T.T...

sampai akhirnya saya memutuskan untuk berdoa dalam hati agar Dia memberikan damai sejahtera buat saya,dan beberapa menit kemudian saya memberanikan diri untuk menghubungi pimpinan saya itu dan Praise GOD!!!.....tidak seperti yang saya bayangkan ternyata kata-katanya membuat saya merasa damai sejahtera...Fiuhhhfff......Thank's GOD for this Day..!!!

Guys...Dalam hidup, ada halilintar dan petir yang menyambar, ada air terjun yang begitu derasnya di dekat kita yang bisa menyebabkan kita celaka, ada pegunungan yang tidak terlindungi dan tidak dapat melindungi kita, ada langit kejadian yang begitu kelam di dalam kehidupan kita, namun bangun sangkar di dalam Tuhan, tetap duduk tenang di dalam sangkar itu dan kedamaian yang sempurna akan datang dalam kehidupan, kehidupan yang bagaimanapun kita jalani.

Kamis, 10 Desember 2009

Love ur Daddy....

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, atau Bapak kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.

(Thanks..for Mr Toninardi.W had send this story to me..)